Industri Mebel Indonesia Dilirik Pembeli Asing
Kalangan pembeli asing kembali melirik industri mebel Indonesia yang memiliki keunggulan komparatif berupa bahan baku kayu dan rotan, menyusul harga bahan baku sintetis yang terus meningkat akibat lonjakan harga minyak mentah dunia.
"Ada kecenderungan para pembeli asing kini kembali (membeli) ke Indonesia, produk China dan Vietnam tidak lagi murah," ujar Ketua Umum Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo), Ambar Tjahyono, di Jakarta, Kamis (17/7).
Ia mengatakan, seiring dengan kenaikan harga minyak mentah dunia bahan baku sintetis seperti rotan yang berbasis plastik, juga meningkat. Padahal, China dan Vietnam selama ini unggul dengan bahan baku sintetis tersebut yang membuat harga produk mereka lebih murah.
Selain itu, inflasi di China dan Vietnam membuat biaya tenaga kerja juga meningkat, sehingga harga produk mebel dari kedua negara itu juga naik. Sumber: Kapanlagi.com
Realisasi Investasi Asing Tumbuh 160%
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengungkapkan realisasi investasi asing selama Januari-Juni 2008 meningkat 160% dibanding pencapaian periode sama 2007 atau mencapai US$6,56 miliar. Kepala BKPM, M Lutfi di Jakarta, Senin (14/7) mengatakan, investasi asing lebih dari 160%, sedangkan lokal terkoreksi hampir 60%. "Tapi secara total pertumbuhan realisasi investasi pada periode itu mencapai lebih dari 80%. Itu tanda bahwa (investor) asing percaya pada kita," katanya.
Menurut Lutfi, terkoreksinya realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) terjadi karena penyaluran kredit investasi belum tumbuh dengan baik. Lutfi menjelaskan, realisasi investasi secara total selama Januari-Juni 2008 sudah mencapai 80,9% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. BKPM mencatat realisasi investasi PMA Januari-Juni 2007 meningkat 16,8% dibanding periode yang sama tahun lalu menjadi US$4,1 miliar atau setara dengan Rp36,9 triliun. Sedangkan nilai realisasi PMDN pada periode yang sama tahun 2007 mencapai Rp28,37 triliun. Sumber: Kapanlagi.com