Copyright©2007 Dexton Consulting. All rights reserved
Daftarkan Email Anda di The Dexton dan dapatkan E-book Gratis + Newsletter tentang Peluang Bisnis, Manajemen Usaha, Business Sharing dan Bisnis Online
Sering Kerja Lembur = Workaholic
Sering kerja lembur, mengerjakan tugas kantor di rumah, khawatir dipecat karena kurang kerja keras, serta hubungan yang minim dengan keluarga merupakan beberapa indikasi dari workaholism atau "ketagihan" kerja.
Winners don't do different things
They do things differently
Pegawai di Jepang adalah contoh ekstrem pekerja workaholic yang menghabiskan 12 jam sehari untuk mengerjakan tugas kantor. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang memang tertinggi di dunia (2.450 jam per tahun). Padahal, bekerja lebih dari 40 jam per minggu saja sudah diindikasikan sebagai workaholic.
Workaholism di Jepang bahkan begitu seriusnya hingga menyebabkan kematian. Mereka menghabiskan berjam-jam mengerjakan tugas kantor sehingga menimbulkan efek samping seperti kelelahan, stres, kurang tidur, serangan jantung, bahkan stroke. Perdana Menteri Jepang Keizo Obuchi adalah salah satunya. Dia terkena stroke dan meninggal karena bekerja kelewat keras.
Di kota besar seperti Jakarta, sering pekerja workaholic tidak sadar bahwa mereka sudah "ketagihan" kerja karena tingginya tuntutan kantor terhadap pegawainya. Mereka terbiasa bekerja keras sampai tidak bisa lagi menyeimbangkan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan. Bukan lagi bekerja untuk hidup, tapi hidup untuk bekerja.
Jika pekerjaan anda sering menyebabkan stress atau penyakit, itu mungkin pertanda anda terkena efek workaholic. Cepat cari solusinya sebelum terkena efek yang lebih parah.