Meskipun usianya masih kepala dua, kemampuan Sinta (22) dalam bisnis tergolong luar biasa. Usaha keripik pisang yang dibangunnya sejak tiga tahun lalu kini sudah menghasilkan omzet ratusan juta rupiah per tahun. Mimpi mahasiswi Universitas Lampung itu untuk mengangkat taraf hidup keluarga mulai terwujud.
Apa yang diperoleh Sinta tidak datang begitu saja. Semuanya lewat proses panjang dan kerja keras. Kemiskinan menjadi cambuk bagi Sinta untuk maju. Karena tak mau putus sekolah seperti kakak-kakaknya, sejak kecil Sinta sudah bekerja keras untuk mencari uang. Ketika masih duduk di kelas VI SD, diam-diam bocah ini berdagang keripik pisang.
Sinta kecil sudah mempunyai jiwa entrepreneur. Dia lihai mencari duit. Mungkin itulah yang dinamakan "kekuatan kepepet". Manusia tiba-tiba mempunyai energi sangat besar untuk bertahan mengatasi tekanan hidup yang berat.
Saat duduk di kelas 2 SMA, Sinta bekerja di perusahaan home industry keripik pisang selama enam bulan. Merasa sudah mempunyai keterampilan, muncul keinginannya untuk membuka usaha sendiri, dengan modal awal Rp 3.000.000.
"Saya praktik bikin keripik pisang, beberapa kali gagal. Namun, akhirnya berhasil. Dibantu dua sahabat saya, kami menjualnya ke sekolah kepada teman-teman dan guru. Dagangannya laku. Itu menambah semangat," kata Sinta yang kini mempunyai 13 tenaga kerja.
Jalannya makin terbuka karena rumah orangtuanya berada di lokasi strategis, persisnya di pinggir Jalan Pagar Alam, Bandar Lampung. Kalau musim liburan, penjualannya bisa bertambah banyak. Para pelancong membeli keripik pisang sebagai oleh-oleh khas Lampung.
Ia mengakui, persaingan bisnis keripik pisang kian ketat. Untuk mengatasinya, Sinta selalu berusaha mengembangkan kreativitas, antara lain dengan membuat produk baru dan memberikan kepuasan kepada pelanggan. Seperti keripik pisang rasa cokelat, keju, jagung, dan stroberi. Di samping keripik pisang, juga tersedia keripik singkong dan talas.
Dengan bertambah besarnya omzet, Sinta mulai mewujudkan mimpi-mimpinya. Sebagian hasil usahanya sudah dipakai untuk membuat rumah kakaknya pada tahun 2006. Ia juga membeli mobil Kijang pikap untuk kegiatan operasi, seperti membeli pisang ke pelosok daerah dan membeli tanah yang kini menjadi tempat dibangunnya empat unit ruko. Sumber: kompas