Subscribe to thedexton
Powered by finance.groups.yahoo.com
Copyright©2007 Dexton Consulting. All rights reserved
Specially Designed by CYBER SERVINDO
Daftarkan Email Anda di The Dexton dan dapatkan E-book Gratis + Newsletter tentang Peluang Bisnis, Manajemen Usaha, Business Sharing dan Bisnis Online
 
 

 
 
 
www.dexton.adexindo.com
Peluang Bisnis, Manajemen Usaha, Seminar & Workshop, Artikel, Business Sharing, Ebook Gratis
Hj. Sri Tri Sugiarti, SE., MM
Berbisnis Busana Muslim Mulai dari NOL

Selama 13 tahun saya bekerja di instansi pendidikan, tepatnya di Institut Pertanian Bogor. Saya bekerja di bagian Keuangan. Karena pekerjaan yang cukup padat, saat itu saya sering pulang malam dan juga meninggalkan anak-anak dalam waktu lama. Kemudian saya bertekad,  untuk keluar dari pekerjaan dan ingin berwirausaha sendiri.

Keinginan itu begitu kuatnya, sehingga saat kawan-kawan dan atasan di kantor melarangnya, rasanya tidak sanggup untuk
mencegahnya. Saya ingin memiliki waktu yang bebas. Saat benar-benar keluar dari pekerjaan, saya memang sempat bingung, apa yang akan saya lakukan?

Suatu hari di bulan Ramadhan, saya mengikuti sebuah seminar dengan tema bisnis di bulan Ramadhan. Beragam pembicara ada di sana. Salah satu pembicara tersebut adalah orang yang sangat kompeten di dunia  busana muslim anak-anak ternama asal Surabaya. Usaha beliau sudah besar dimana produknya sudah tersebar di seluruh Indonesia. Ternyata diakhir pembicaraannya beliau menawarkan siapa yang berminat untuk bergabung dan saya pun merespon tawaran tersebut.
       
Dalam waktu dua bulan saya menunggu respon dari beliau. Selama belum ada tanggapan itu saya berpikir untuk buka rental komputer. Cuma saya tidak bisa merekrut tenaga kerja lebih banyak kalau hanya rental komputer. Paling menthok hanya tiga orang saja yang bisa saya rekrut. Padahal dari awal niat saya ingin membuka usaha yang dapat merekrut banyak orang. Saya tertarik di dunia konveksi yang padat kerja.

Suatu hari ternyata saya mendapat jawaban dari Surabaya dan dia menyakinkan saya apakah benar-benar mau bergabung. Saya bilang yakin dan serius untuk bergabung meskipun saya tidak bisa menjahit. Jadi saya memulai usaha konveksi busana muslim ini benar-benar dari nol.

Persiapan Seadanya
Untuk memulai usaha ini saya segera menyiapkan tempat, mesin jahit, segala macam. Saya ingat saat itu bulan Pebruari 2006 saya mendapatkan order pertama kali tetapi cuma 80 pcs. Itupun harus membuat contoh  dulu dan ketika dikirim ke Surabaya beliau kaget karena hasilnya cukup bagus. Dalam hati saya mengucapkan syukur Alhamdulillah. Ternyata pilihan saya dengan penjahit ini cukup pas dan sesuai yang diharapkan. Saya mendapat penjahit yang bagus dan sejak itu kami  menjadi sub mitra beliau untuk Jakarta. Bahkan tukang potongnya pun sangat piawai sehingga kain yang dikirim beliau dari Surabaya masih sisa, melebihi order yang diberikan. 

Meski saya tidak bisa menjahit tetapi saya melakukan kontrol sendiri untuk produknya. Dari situlah saya bisa menghitung harga produksi untuk membuat baju. Lama-lama saya mempunyai tenaga penjahit harian sebanyak  4 orang, karyawan tetap 16 orang dan saya mempunyai 25 mesin jahit. Awalnya saya dibantu 10 penjahit saja bahkan untuk bordir sempat saya lakukan sendiri sampai saya sakit encok.

Karena saya mendapatkan order terus meningkat, maka saya merekrut lagi beberapa penjahit supaya lebih terbantu. Kemudian system kerjanya kita atur agar lebih cepat pengerjaannya. Jadi yang satu khusus jahit putus sambung lalu satunya khusus zigzag dan itu lebih cepat ketimbang sendiri-sendiri. Dengan demikian kualitas produk yang kita hasilkan bisa sama semua.

Order pekerjaan ini merupakam kemitraan, istilahnya kita ini  manufacturing atau mitra produksi dari perusahaan fashion yang ada di Surabaya. Makanya mulai dari bahan baku dan desain mereka yang menentukan. Sehingga apabila ada order dari mereka maka kami harus menunggu bahan baku dan desain yang dikirimkan. Bahan bakunya pun khusus mereka sendiri yang memproduksi.
Saat saya memutuskan untuk membuat usaha ini, terus terang saya modalnya pas-pasan. Modal yang terbesar kami pergunakan untuk membeli tempat usaha dan mesin-mesin.  Membeli tempat usaha pun sebenarnya karena kebetulan juga. Saat itu saya sudah berkeliling ke sana kemari untuk mencari tempat usaha yang dapat memuat meja potong kain yang cukup panjang dan lebar. Tidak ketemu-ketemu, akhirnya  dengan Bismilah saya membeli tempat yang luas sekalian.

Semula usaha ini benar-benar tidak ada dalam rencana saya. Saya hanya ingin berwirausaha dengan waktu yang cukup luang untuk keluarga. Ternyata usaha yang saya dirikan kini tumbuh. Alhamdulillah. Kapasitas produksi kami sudah mencapai 2000 potong pakaian dalam sebulan karena order yang datang rata-rata 2000 potong  pakaian muslim anak-anak perempuan setiap bulannya. Sebenarnya saya bermitra dengan beliau itu belajar. Makanya sambil belajar saya juga mengembangkan usaha ini dengan membuat pakaian muslim anak-anak ABG. Saya tertarik membuat desain untuk anak-anak ABG karena marketnya masih terbuka lebar. Belum banyak pemain yang masuk ke market busana muslim anak ABG. Jadi modal saya ini modal berani dan belajar dengan orang-orang yang telah sukses lebih dulu.

Saat ini saya mencoba membuat produk sendiri dengan merek yang dibuat sendiri. Makanya sekarang saya harus bisa membagi antara membuat produk pesanan  mitra usaha dengan produk sendiri. Jadi kalau ada waktu jeda seminggu saya bisa menggunakan itu untuk membuat produk saya sendiri. Ke depan supaya tidak kerepotan saya akan membagi penjahitnya. Dengan demikian dua-duanya bisa jalan sehingga brand saya sendiri juga bisa eksis. Disini saya punya dua brand yaitu Dromadery untuk baju muslim ABG dan Kaaffah untuk mukena, sajadah, jilbab dan asesoris.

Kebetulan produk saya sendiri sudah masuk ke Malaysia. Kami mendapatkan order dari Malaysia melalui pameran yang kami ikuti disana. Ternyata respon buyer Malaysia cukup bagus terhadap produk saya. Bahkan setiap 3 bulan sekali mereka datang kesini untuk belanja dan rata-rata sekitar 500 baju muslim ABG  serta anak-anak. Jadi untuk brand saya sendiri fokusnya ke ABG karena baju muslim anak-anak ini sudah banyak sekali pemainnya apalagi yang masuk ke Tanah Abang. Saya lihat pasar ABG ini masih sedikit pemainnya sementara untuk pasar dewasa saya masih belum berani karena sudah banyak pula pesaingnya.

Selain masuk di Malaysia produk saya sudah masuk ke toko-toko di PGC, Bogor dan rencananya akan kita pasarkan melalui website. Karena usaha saya makin besar, lama kelamaan volume usahanya juga makin banyak. Beruntung suami mau membantu, meskipun ia juga memiliki kesibukan lain di tempat mereka bekerja. Beberapa hari yang lalu cukup banyak dari pelanggan yang memesan busana muslim ABG untuk persiapan lebaran. Saya katakan, saya sudah tidak sanggup untuk memenuhi pesanan yang begitu banyak. Kami menawarkan stok yang ada  saja. Mereka setuju karena harganya memang tidak mahal. Hanya Rp40ribuan perpotong, harga yang cukup terjangkau bagi seluruh masyarakat.

Kedepan, saya ingin memasarkan produk saya lebih luas.  Saya ingin memiliki  toko sendiri di Pasar Tanah Abang. Cuma harganya memang sangat mahal sehingga belum terjangkau bagi kami yang baru mulai berbisnis.Makanya saya buka toko-toko kecil-kecilan saja di Perumahan Jatijajar, Depok ini, yang saya kombinasikan dengan membuka usaha  salon muslimah,  yaitu salon perawatan khusus bagi wanita muslim Harapan saya, jikalau ada pelanggan salon yang datang dapat belanja perlengkapan muslimah sekalian. Atau sebaliknya.
       
Kesan Setelah Berbisnis Sendiri
Setelah memiliki bisnis sendiri, ternyata banyak risiko yang harus dihadapi tetapi saya lebih happy daripada bekerja di tempat lain. Justru dengan ada risiko itulah saya menjadi lebih kreatif dalam menghadapi setiap masalah. Bagitu juga dalam menangani SDM yang tipical-nya berbeda-beda. Ternyata memang tidak mudah menghadapi berbagai sifat karyawan yang berbeda-beda ini. Perlu kearifan. Tetapi saya bersyukur  dapat berani memulai usaha sendiri dan menjalani usaha dengan enjoy. Semoga dalam 4 tahun mendatang saya bisa memiliki pabrik konveksi sendiri karena saya ingin emmberikan lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya kepada masyarakat sekitar saya. Saat ini juga sudah ada kabar baik yang melegakan. Sebuah perusahaan fashion dari Perancis sudah tertarik untuk melakukan order pakaian dalam jumah banyak dan jangka waktu yang cukup panjang. Semoga. 


BIODATA
Nama: Hj. Sri Tri Sugiarti, SE., MM  (38)
Alamat: Perum Jatijajar Estate Blok D 1 No. 5 Cimanggis Depok
Tlp.: 021 - 8747770, 0818 789 625
Bisnis: Busana Muslim "Dromedary dan Kaaffah"
Pedidikan: S2 IPB )
Anak: Kevin (12) dan Fadel (3,5)
Hobi: Nonton film action 

peluang usaha
Rekomendasi                            Info dan Peluang Bisnis                                 Kontak
Ads by Adex

Kursus Internet Marketing
Belajar tentang Pembuatan Website/Blog, Affiliate, Adsense, SEO, dll
www.imc.adexindo.com

Ingin Punya Bisnis Sendiri?
Rp. 40.000 nett  termasuk website replika, starterkit, dll